ANGKASA N0.11 AGUSTUS 2000 TAHUN X  

Bart W. van Assen

Commander Benoit Silve

Kolonel (Kal) Djasmin Achmad

Mayor (Sus) Poltak Suadiman Siagian

Layla Meutia dan Rusiana Tjiu


  Laporan Utama
Antariksa
Bandara
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
SIAPA-SIAPA  

Bart W. van Assen Bart W. van Assen - Angkasa/DN Yusuf
Bila Anda menghadiri Festival Layang-layang di Monas Jakarta, 7-9 Juli lalu, bisa jadi Anda salah seorang korban Bart W. van Assen (33). Salah seorang peserta bule asal Belanda ini memang dikenal jahil. Dengan layangan model stunt kite berbentuk kelelawar berwarna hitam, ia seringkali jahil pada peserta atau penonton yang umumnya memakai topi.

Kejahilan Bart memang menarik penonton. Dia akan memainkan layangannya hingga melayang-layang (hover) di depan seorang 'korban'nya. Lalu layangannya itu ditarik dengan sedikit hentakan, hingga topi yang dipakai si korban terjatuh. Si korban cuma bisa nyengir karena penonton tertawa melihat ulah Bart dan korbannya itu. Tapi kejahilannya bukan tanpa risiko. Suatu ketika di Bali, si korban tidak hanya nyengir, tapi tersinggung. Alhasil, layangan Bart terkena lemparan botol minuman ringan.

Ternyata Bart fasih berbahasa Indonesia. "Saya pernah empat tahun tinggal dan bekerja di Bogor," katanya. Dia bekerja di bawah bendera PBB (ESCAP CGPRT Center). Maka bukan cuma Indonesia, tapi Thailand, Malaysia, Jerman, Inggris, Prancis dan Denmark pun pernah ia tinggali. "Dibanding yang lain, Indonesia paling berkesan di hati saya. Kenapa? Orang sini sangat kreatif menampilkan layang-layang."

Layang-layang memang hobi yang paling disukainya. "Saya sudah 10 tahun aktif di dunia layang-layang," jelasnya. Berbagai jenis layangan dipunyainya dan dirancangnya sendiri, dari model stunt kite ada lima layangan, model dua dimensi (12 buah), sampai model tiga dimensi (2 buah).

Untuk memuaskan hobinya, hampir semua lawatan ke festival layang-layang, bujangan kelahiran Middleburg ini tak segan-segan merogoh koceknya sendiri. Hobinya memang tak sia-sia, karena dalam dua tahun terakhir ini ia aktif menulis di Vlieger, majalah khusus layang-layang terbitan Belanda. (dik)



Laporan Utama | Antariksa | Bandara | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media